| Kepala BPBD Kotim Multazam sempat mendapat perawatan medis setelah kelelahan dan terpapar asap saat intens menangani pemadaman Karhutla di Jalan Lingkar Selatan. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Intensitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat petugas di lapangan harus bekerja dengan waktu istirahat yang terbatas. Kondisi tersebut turut dialami Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan Multazam mengalami kelelahan setelah beberapa hari terlibat langsung dalam penanganan Karhutla, termasuk pemadaman di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Minggu (23/8/2026) malam.
Saat berada di lokasi pemadaman, Multazam menghadapi kondisi asap yang cukup pekat. Ia sempat keluar-masuk lokasi untuk menjalankan pemadaman sebelum akhirnya mengalami sesak napas.
“Dia menghadapi angin dan asap. Jadi mungkin masuk hidung. Dia sempat dua kali masuk, keluar, masuk lagi,” kata Rihel.
Rihel menyebut Multazam kemudian meminta bantuan anak buahnya untuk mengantarnya mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai kondisi tersebut diterimanya sekitar pukul 20.27 WIB.
Selain terpapar asap, kelelahan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi Multazam. Rihel mengatakan dalam beberapa hari terakhir Multazam harus menjalankan aktivitas penanganan Karhutla hingga dini hari.
Bahkan, setelah mengikuti kegiatan di Palangka Raya, Multazam disebut baru tiba sekitar pukul 01.30 WIB. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 04.00 atau 05.00 WIB, ia kembali terlibat dalam kegiatan pemadaman.
“Jadi otomatis kan dia kurang tidur, kecapekan. Ditambah lagi waktu terakhir kemarin di Jalan Lingkar Selatan, menghadapi asap langsung,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, tekanan darah Multazam disebut mencapai 180/110. Setelah mendapat penanganan, kondisinya berangsur membaik dan ia masih dapat berkomunikasi melalui pesan singkat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Satgas Karhutla karena kelelahan dapat meningkatkan risiko bagi petugas yang bekerja di tengah kondisi asap dan panas. Rihel mengatakan seluruh personel telah diingatkan untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun.
Satgas juga menyiapkan dukungan kesehatan bagi petugas di lapangan, mulai dari vitamin hingga oksigen portable. Ambulans dan Puskesmas juga akan disiagakan untuk mengantisipasi apabila terdapat petugas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Peristiwa