Khairiah Minta Pengurus PKK Kecamatan Perkuat Pembinaan hingga Tingkat Desa

Ketua TP-PKK Kabupaten Kotawaringin Timur Khairiah Halikinnor saat pelantikan Ketua TP-PKK sekaligus pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan Telawang, Antang Kalang, Cempaga Hulu, dan Seranau. Ia berpesan agar pengurus aktif turun ke lapangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Empat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilantik sekaligus dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Kotim Khairiah Halikinnor menekankan pentingnya peran pengurus dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim. Empat pengurus yang dilantik yakni Resa Rosanti sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Telawang, Legendaria Okta Bellany Nusaku untuk Kecamatan Antang Kalang, Sri Wijayanti untuk Kecamatan Cempaga Hulu, dan Sarijah untuk Kecamatan Seranau.

Khairiah mengatakan, pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan dedikasi, keikhlasan, serta komitmen dalam melayani masyarakat.

“Peran kader PKK sangat penting dalam menggerakkan partisipasi masyarakat serta mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri dan berdaya,” ujarnya.

Ia meminta para pengurus yang baru dilantik agar aktif turun ke lapangan, membina kader, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta memberikan edukasi kepada orang tua. Menurutnya, keberhasilan program PKK tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan administratif, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh keluarga.

Khairiah menjelaskan, TP-PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK. Karena itu, program yang dijalankan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah agar tepat sasaran.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara TP-PKK dan Bunda PAUD dalam mendukung tumbuh kembang anak. Perhatian terhadap pola asuh, pemenuhan gizi, kesehatan, pembentukan karakter, serta pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini harus terus diperkuat.

Menurut Khairiah, usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, kemandirian, kecerdasan, dan kemampuan sosial anak. Dukungan keluarga, lingkungan yang sehat dan aman, serta layanan PAUD yang berkualitas menjadi bagian penting dalam menunjang perkembangan tersebut.

“Jabatan Ketua TP-PKK Kecamatan sekaligus Bunda PAUD memiliki keterkaitan erat karena sama-sama berperan dalam membangun sumber daya manusia berkualitas, yang dimulai dari lingkungan keluarga dan pendidikan anak usia dini,” jelasnya.

Ia juga mendorong kerja sama antara pengurus TP-PKK, Bunda PAUD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, perangkat daerah terkait, tenaga pendidik, serta masyarakat. Program PKK dan PAUD diharapkan disusun secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga pelaksanaannya memberikan dampak nyata.

Khairiah menambahkan, penguatan ketahanan keluarga juga mencakup peningkatan pendidikan dan ekonomi keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan derajat kesehatan, penanaman nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, serta pelestarian lingkungan hidup.

Ia berharap dukungan para camat selaku ketua dewan pembina PKK kecamatan dan seluruh pihak terkait terus diperkuat agar program PKK dan PAUD berjalan optimal. Melalui kolaborasi tersebut, keluarga diharapkan semakin berdaya dan mampu mendukung lahirnya generasi Kotim yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama