Arus Lalu Lintas Macet Total, Pohon Tumbang Tutup Jalan Cilik Riwut Arah Kota Sampit

Arus lalu lintas dari dan menuju Kota Sampit, Kotawaringin Timur, sempat lumpuh pada Minggu (30/11/2025) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutupi sebagian badan Jalan Cilik Riwut, tepatnya sebelum Jembatan Mentaya (Bejarum). 


SATUHABAR.COM, KALTENG - Sampit - Arus lalu lintas menuju Kota Sampit sempat lumpuh pada Minggu (30/11/2025) malam, setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutupi sebagian badan Jalan Cilik Riwut, tepatnya sebelum Jembatan Mentaya (Bejarum). Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung menimbulkan antrean panjang dari kedua arah.

Pengendara yang melintas mengaku terkejut karena kondisi jalan sebelumnya terpantau normal. Pohon yang tumbang melintang cukup rendah, membuat kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Petugas gabungan dari kepolisian, relawan, dan masyarakat sekitar bergerak cepat untuk melakukan pemotongan batang pohon yang menutup jalan. Namun karena ukuran pohon cukup besar, proses penanganan memerlukan waktu.

“Iya macet total. Saya terjebak hampir 20 menit sebelum akhirnya bisa putar balik. Pohonnya besar, jadi jalannya benar-benar tertutup,” ujar Ijul (46), salah satu warga yang melintas.

Ijul menambahkan, kondisi ini seharusnya menjadi evaluasi bagi pihak terkait agar melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon tua yang berada di tepi jalan protokol.

“Kalau pohon sudah rapuh seharusnya dipantau. Ini kan jalan utama, ramai sekali. Takutnya nanti ada korban kalau kejadian pas jam sibuk,” ucapnya.

Hingga malam hari, proses pembersihan masih terus dilakukan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan serius akibat insiden tersebut. Cuaca berangin yang terjadi sejak sore diduga menjadi penyebab tumbangnya pohon.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat berkendara pada kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan gangguan di jalan raya. (*)

(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama