Kalsel Mulai Kick Off Rehabilitasi Hutan RBP REDD+ 2025 Didukung Pendanaan Internasional

Kick Off Penanaman Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Tahun 2025 di lahan milik Pemprov Kalsel, Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, Kamis (27/11/2025)

SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi memulai Kick Off Penanaman Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Tahun 2025 di lahan milik Pemprov Kalsel, Kelurahan Cempaka, Banjarbaru. Program rehabilitasi hutan berbasis hasil ini didukung pendanaan internasional dari Green Climate Fund (GCF) sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Indonesia menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan pelaksanaan rehabilitasi tahun ini mencakup total 250 hektare di lima lokasi: Cempaka (Banjarbaru), Banjang (Hulu Sungai Utara), Limpasu (Hulu Sungai Tengah), Baliangin (Kabupaten Banjar), dan Gunung Sari (Kotabaru).

“Dukungan GCF adalah bentuk kepercayaan internasional yang harus dijawab dengan pelaksanaan yang tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Ia memaparkan, Kalimantan Selatan menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengurangan lahan kritis. Data KLHK mencatat penurunan dari 511.594 hektare pada 2018 menjadi 458.478 hektare pada 2022. Hingga Oktober 2025, total rehabilitasi yang telah direalisasikan mencapai 168.086 hektare melalui berbagai skema.

Kick Off ini, lanjutnya, menjadi langkah percepatan pemulihan ekosistem dan peningkatan kualitas lingkungan, terutama di wilayah rentan.

Sementara itu, Gubernur Kalsel melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mursyidah Aminy, menegaskan bahwa pendanaan internasional merupakan bentuk pengakuan atas perbaikan tata kelola lingkungan di Banua.

“Kepercayaan ini bukan hadiah, melainkan hasil kerja panjang yan
g konsisten. Kita harus menjawabnya dengan integritas dan pengawasan yang kuat, agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program RBP REDD+ 2025 melibatkan pemerintah daerah, UPT, kelompok tani hutan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lingkungan. Dinas Kehutanan Kalsel menargetkan program ini menjadi langkah strategis menuju Banua yang lebih hijau, tangguh, dan berketahanan lingkungan. (*)

(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama