Dorong Penguatan SP4N-LAPOR!, Pemprov Kalteng Targetkan Pengaduan Publik Lebih Responsif

 Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Pengelolaan Pengaduan Tahun 2025 yang digelar di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (1/12/2025).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan pengaduan masyarakat melalui sistem SP4N-LAPOR!. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Pengelolaan Pengaduan Tahun 2025 yang digelar di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (1/12/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Erwindy, mewakili Plt. Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana.

Dalam arahannya, Erwindy menekankan bahwa SP4N-LAPOR! merupakan instrumen penting yang memastikan masyarakat memiliki akses yang terbuka dan mudah untuk menyampaikan pengaduan terkait pelayanan publik.

“SP4N-LAPOR! menjadi pintu bagi masyarakat untuk berpartisipasi langsung mengawasi pelayanan publik. Pemerintah berkewajiban menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga menilai tren jumlah laporan yang meningkat selama 2025 sebagai indikator positif bahwa masyarakat semakin percaya terhadap mekanisme pengaduan resmi pemerintah.

Evaluasi Nasional Ungkap Ketimpangan Antar Daerah

Pada kesempatan tersebut, Erwindy memaparkan hasil evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri tahun 2024. Pemprov Kalteng berhasil meraih kategori “Baik”, sementara Kota Palangka Raya mencatat prestasi lebih tinggi dengan kategori “Sangat Baik”.

Beberapa daerah seperti Kapuas, Katingan, dan Seruyan turut berada dalam kategori “Baik”. Namun, sejumlah kabupaten lainnya masih bertahan di kategori “Sedang”, sementara Barito Timur dan Kotawaringin Timur belum memperoleh penilaian.

“Ini menunjukkan adanya ketimpangan kapasitas antar daerah. Pembinaan harus diperkuat sehingga semua kabupaten dan kota dapat bergerak menuju standar pelayanan pengaduan yang lebih tinggi,” kata Erwindy.

115 Aduan Sepanjang 2024, Infrastruktur dan Kesehatan Dominasi Laporan

Diskominfosantik Kalteng mencatat 115 laporan pengaduan sepanjang 2024. Isu yang paling banyak diadukan mencakup, infrastruktur, kesehatan, kepegawaian, lingkungan, dan ketenagakerjaan. Dengan tingkat penyelesaian laporan mencapai 90 persen, melampaui target RPJMN. 

Meski demikian, sejumlah tantangan masih ditemui, seperti minimnya sosialisasi, perpindahan pegawai yang mengganggu kesinambungan tugas admin pengelola, serta anggaran yang terbatas.

Erwindy berharap melalui kegiatan Monev ini, seluruh perangkat daerah semakin memahami pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat serta mampu menghasilkan inovasi baru untuk mengoptimalkan SP4N-LAPOR!.

“Forum ini bukan hanya evaluasi, tetapi titik awal untuk memperkuat integrasi dan meningkatkan kualitas layanan. SP4N-LAPOR! harus benar-benar menjadi alat untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan responsif,” tegasnya.

Pemprov Kalteng menargetkan peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan secara merata hingga ke seluruh kabupaten dan kota pada tahun 2025 sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi daerah. (*)

(dho/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama