Kodim 1015/Sampit Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih di Kotim

Pasi Ops Kodim 1015/Sampit Kapten Inf Syahidin menyampaikan paparan analisa dan evaluasi situasi kewilayahan Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2025, dengan fokus percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Selasa (30/12/2025).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Komando Distrik Militer (Kodim) 1015/Sampit memaparkan hasil analisa dan evaluasi situasi kewilayahan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepanjang tahun 2025. Fokus utama evaluasi tersebut diarahkan pada percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis wilayah.

Paparan disampaikan oleh Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 1015/Sampit, Kapten Inf Syahidin, dalam forum evaluasi yang membahas kesiapan wilayah, hambatan di lapangan, hingga perkembangan pembangunan gerai KDKMP di seluruh kecamatan.

Kapten Inf Syahidin menjelaskan bahwa program KDKMP memiliki landasan hukum yang jelas dan bersifat nasional. “Pembangunan KDKMP di Kotim didukung Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi acuan lintas sektor dalam mendorong tumbuhnya koperasi desa dan kelurahan sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Di wilayah teritorial Kodim 1015/Sampit, target pembangunan KDKMP ditetapkan sebanyak 185 titik yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kotim.

“Ini merupakan program strategis nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat agar dapat berjalan optimal,” kata Kapten Inf Syahidin.

Berdasarkan pemetaan kewilayahan, seluruh kecamatan di Kotim masuk dalam target pembangunan, mulai dari Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentawa Baru Ketapang, Seranau, Baamang, Kota Besi, Telawang, Cempaga, Cempaga Hulu, Parenggean, Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, hingga Bukit Santuai. Seluruh wilayah tersebut berada dalam pengawasan dan pendampingan Koramil jajaran Kodim 1015/Sampit.

Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa progres pembangunan KDKMP sepanjang 2025 masih menghadapi berbagai tantangan. Dari total target yang ada, baru 25 desa dan kelurahan yang tercatat dalam portal pembangunan, dengan 20 lokasi telah memasuki tahap pembangunan dan lima lainnya masih dalam proses verifikasi lahan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan masih perlu didorong, terutama pada tahap awal seperti kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi,” jelasnya.

Kodim 1015/Sampit juga mencatat sejumlah kendala dominan yang menghambat percepatan pembangunan. Kendala terbesar adalah ketiadaan lahan yang terjadi di 41 desa dan kelurahan. Selain itu, 40 desa dan kelurahan memiliki lahan yang belum memenuhi persyaratan teknis, serta 17 lokasi berada di wilayah rawa dan pesisir.

“Faktor demografis juga menjadi perhatian, terdapat tujuh desa atau kelurahan dengan jumlah penduduk kurang dari 500 jiwa atau lokasi permukiman yang terpencar,” ungkap Kapten Inf Syahidin.

Di samping itu, sebanyak 35 desa dan kelurahan dinilai kurang strategis secara kewilayahan, sementara 20 desa dan kelurahan terkendala proses legalitas serta administrasi lahan. Secara keseluruhan, kendala tersebut tercatat terjadi pada 160 desa dan kelurahan di Kotim.

“Kendala-kendala ini harus disikapi dengan kebijakan teknis yang tepat serta koordinasi lintas sektor agar setiap desa dan kelurahan dapat memenuhi syarat pembangunan KDKMP,” tegasnya.

Meski menghadapi tantangan, sejumlah desa dan kelurahan telah menunjukkan progres positif dan tercatat dalam portal pembangunan. Di antaranya Desa Eka Bahurui di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kelurahan Baamang Barat di Kecamatan Baamang, Kelurahan Parenggean serta Desa Bandar Agung dan Karang Tunggal di Kecamatan Parenggean.

Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Desa Bagendang Tengah dan Bagendang Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Desa Basirih Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Desa Sumber Makmur Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Desa Biru Maju Kecamatan Telawang, serta Desa Bakti Karya dan Mulya Agung Kecamatan Antang Kalang.

Beberapa desa lain yang turut masuk dalam proses pembangunan antara lain Desa Gunung Makmur Kecamatan Antang Kalang, Desa Tribuna dan Bukit Indah Kecamatan Telaga Antang, serta desa-desa di Kecamatan Parenggean seperti Karang Sari, Sumber Makmur, Sari Harapan, dan Bringin Tunggal Jaya.

Kapten Inf Syahidin menegaskan bahwa Kodim 1015/Sampit akan terus menjalankan fungsi pembinaan teritorial dan pendampingan kewilayahan untuk memastikan program KDKMP berjalan sesuai sasaran.

“Pembangunan koperasi desa dan kelurahan bukan semata proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

Melalui analisa dan evaluasi tersebut, Kodim 1015/Sampit berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami kondisi riil di lapangan sehingga langkah percepatan yang diambil benar-benar terukur dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama