SATUHABAR.COM, KALTENG - Puruk Cahu - Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, turun langsung ke sejumlah desa di Kecamatan Barito Tuhup Raya (Batura) dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus menyapa konstituennya menjelang pergantian Tahun Baru 2026.
Kegiatan kunjungan yang berlangsung sejak sepekan terakhir itu dimanfaatkan Rumiadi untuk bertatap muka dengan masyarakat desa, mendengarkan aspirasi warga, serta menyampaikan pesan kebersamaan menyongsong tahun yang baru. Selain itu, ia juga membagikan kalender Tahun 2026 sebagai simbol kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
Rumiadi menyampaikan bahwa kunjungan ke desa-desa tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas kelancaran dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif sepanjang tahun 2025.
“Pergantian tahun menjadi momentum untuk bersyukur atas kesehatan, kelancaran, dan berbagai kebaikan yang kita terima bersama. Semua ini patut kita syukuri,” ujar Rumiadi saat berdialog dengan warga.
Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat bukan hanya sebatas agenda formal, melainkan bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan konstituen.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan kerja nyata dan komitmen penuh.
“Tanpa dukungan dan kepercayaan masyarakat, saya tidak akan berada pada posisi ini. Karena itu, menjaga amanah dan memperjuangkan kepentingan rakyat adalah prioritas utama saya,” tegasnya.
Rumiadi juga mengungkapkan bahwa doa dan dukungan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri baginya dalam menjalankan peran sebagai wakil rakyat di DPRD Murung Raya.
“Restu dan doa masyarakat adalah energi positif bagi saya. Semoga amanah ini dapat terus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk daerah,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh masyarakat desa yang mengapresiasi kehadiran langsung Ketua DPRD Murung Raya di tengah mereka, sebagai wujud kedekatan dan kepedulian terhadap kondisi serta harapan warga di wilayah pelosok. (*)
(faidh/satuhabar)
