Jelang Haul ke-6 Guru Zuhdi, Panitia Kebut Persiapan

Jemaah mengikuti haul ke-5 Guru Zuhdi memadati kawasan Masjid Jami, Banjarmasin, Selasa malam. (Dok. wartabanjar.com - Iqnatius Aprianus)


SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Persiapan pelaksanaan Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi terus dimatangkan oleh panitia menjelang puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan malam 27 Sya’ban. Berbagai aspek teknis kini memasuki tahap akhir demi menyambut lautan jemaah yang diperkirakan kembali memadati Kota Banjarmasin.

Ketua Pelaksana Haul ke-6 Guru Zuhdi, Muhammad Nida Uddin, mengatakan kesiapan di lapangan menunjukkan progres signifikan. Sejumlah sektor krusial menjadi perhatian utama, mulai dari pengaturan lalu lintas, penyediaan kantong parkir, hingga distribusi konsumsi bagi para jemaah.

“Alhamdulillah, tahap awal sudah berjalan sekitar 60 persen. Saat ini persiapan kesehatan, parkir, lalu lintas, penerangan, sampai konsumsi terus kami maksimalkan. Secara keseluruhan progres sudah di kisaran 80 hingga 90 persen,” ujar Nida, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, panitia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan haul berjalan tertib, aman, dan nyaman. Fasilitas pendukung seperti penerangan jalan serta layanan kesehatan juga hampir rampung disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun, panitia memperkirakan jumlah jemaah Haul Guru Zuhdi tahun ini akan melampaui pelaksanaan sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Kominfo, haul tahun lalu tercatat dihadiri sekitar satu juta jemaah berdasarkan pemantauan jaringan sinyal.

“Kalau mengacu data Kominfo tahun sebelumnya, jumlah jemaah mencapai sekitar satu juta orang. Tahun ini sangat mungkin lebih banyak,” ungkap Nida.

Untuk mengantisipasi kepadatan massa, panitia membagi area kegiatan ke dalam sejumlah zona pelayanan dan pengamanan. Total terdapat 10 posko yang disiagakan, terdiri dari sembilan zona darat dan satu zona air.

“Zona kami bagi menjadi sembilan di darat dan satu zona air, jadi total ada 10 posko. Penyebarannya mencakup berbagai titik strategis di sekitar lokasi haul,” jelasnya.

Selain itu, panitia juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, TNI, hingga Dinas Kesehatan di tingkat kota dan provinsi. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus jemaah serta menjaga keamanan selama rangkaian kegiatan haul berlangsung.

Haul Guru Zuhdi sendiri dikenal sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Kalimantan Selatan, yang setiap tahunnya menghadirkan jutaan jemaah dari berbagai daerah sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada ulama kharismatik tersebut. (*)

(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama