![]() |
| Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie |
SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU – Pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Murung Raya. Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, menegaskan bahwa forum tersebut harus menjadi wadah strategis untuk memastikan arah pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan bukan sekadar memenuhi target administrasi perencanaan.
Menurut Bebie, tahapan perencanaan memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang. Karena itu, setiap perangkat daerah dituntut mampu menyusun program yang realistis, terukur, dan menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Forum Perangkat Daerah merupakan kesempatan untuk menyatukan persepsi dan menentukan prioritas pembangunan. Kami berharap seluruh usulan yang dibahas benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pelayanan dasar dan penguatan ekonomi daerah," ujar Bebie, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, DPRD selama ini menerima berbagai aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses maupun kunjungan kerja ke lapangan. Aspirasi tersebut, kata dia, harus menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Bebie menilai pembangunan yang efektif harus diawali dengan perencanaan yang matang dan berbasis data. Dengan demikian, program yang disusun tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Jangan sampai ada program yang besar di atas kertas tetapi dampaknya kecil bagi masyarakat. Fokus utama pembangunan harus tetap pada peningkatan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Ketua Komisi II DPRD Murung Raya itu juga mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap sektor-sektor produktif yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, seperti pertanian, perkebunan, UMKM, serta pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan dan kawasan terpencil agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.
"Setiap kecamatan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, perencanaan harus mampu mengakomodasi karakteristik dan potensi masing-masing wilayah sehingga pembangunan bisa berjalan lebih merata," katanya.
Bebie menambahkan, DPRD akan terus mengawal proses perencanaan hingga penganggaran agar seluruh program yang nantinya dijalankan benar-benar selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Murung Raya.
Ia berharap hasil Forum Perangkat Daerah dapat melahirkan kebijakan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.
"Perencanaan yang baik adalah fondasi pembangunan yang berhasil. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan program yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat Murung Raya," pungkasnya. (*)
(faidh/satuhabar)
