Soroti Pengendalian Inflasi, Bebie Tekankan Stabilitas Harga Pangan

 Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie


SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam memperkuat pengendalian inflasi, khususnya di sektor pangan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok merupakan langkah yang tepat, terutama di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu.

“Dari sisi DPRD, kami melihat upaya ini sangat strategis. Inflasi, khususnya di sektor pangan, sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, pengendaliannya harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). 

Bebie menegaskan bahwa DPRD, khususnya Komisi II, akan terus mengawal kebijakan pengendalian inflasi agar benar-benar berjalan efektif di lapangan. Ia menilai, program seperti operasi pasar, distribusi bantuan pangan, hingga Gerakan Pangan Murah harus tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Yang terpenting adalah implementasinya. Jangan sampai program yang sudah dirancang baik ini tidak dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok, guna mencegah adanya penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.

Selain itu, Bebie menilai pentingnya data yang akurat dalam memantau pergerakan harga di daerah, sehingga langkah intervensi yang diambil pemerintah bisa lebih cepat dan tepat.

“Kami di DPRD siap menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, agar kebijakan pengendalian inflasi ini benar-benar efektif dan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Murung Raya,” tambahnya.

Ia pun berharap, melalui langkah kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan DPRD, stabilitas harga kebutuhan pokok di Murung Raya dapat terus terjaga, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga di pasar. (*)


(faidh/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama