DPRD Kalteng Tanggapi Kondisi Jalan HM Arsyad di Kotim

Rapat kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa (19/5/2026).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Kondisi Jalan HM Arsyad di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menjadi sorotan. Kerusakan aspal di sejumlah titik yang dikeluhkan masyarakat hingga kini belum mendapat penanganan maksimal dari pemerintah provinsi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong memastikan pemerintah provinsi tetap memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan jalan secara bertahap.

Hal itu disampaikan Arton saat melakukan kunjungan kerja bersama Komisi II DPRD Kalteng ke Kotim, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, Jalan HM Arsyad merupakan ruas jalan kewenangan pemerintah provinsi sehingga penanganannya tetap masuk dalam program pembangunan daerah. Namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama percepatan perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

“Pemerintah provinsi pasti memprogramkan karena itu memang tanggung jawab pemerintah provinsi. Tapi persoalannya memang di pendanaan,” ujarnya.

Arton menjelaskan, APBD Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026 mengalami penurunan cukup drastis dari sekitar Rp10 triliun menjadi Rp5,4 triliun.

Kondisi tersebut membuat anggaran belanja langsung untuk pembangunan infrastruktur menjadi terbatas, sementara pemerintah provinsi harus menangani ribuan kilometer ruas jalan yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota.

“Belanja langsung hanya sekitar Rp1,5 triliun lebih sedikit, sedangkan ruas jalan provinsi yang harus ditangani jumlahnya sangat banyak,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah provinsi tetap berupaya melakukan penanganan jalan secara bertahap, termasuk Jalan HM Arsyad yang selama ini banyak dikeluhkan pengguna jalan.

Menurutnya, kondisi jalan beraspal yang sebagian mulai rusak masih lebih baik dibanding jalan tanah yang sulit dilalui saat musim hujan.

“Paling tidak masih ada aspalnya meskipun sebagian terkupas,” tandasnya.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama