SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU - Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, memimpin upacara gabungan peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kantor Bupati Murung Raya, Senin (4/5/2026).
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengangkat tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam amanatnya, Rahmanto Muhidin menyampaikan bahwa semangat otonomi daerah harus dimaknai sebagai bentuk kemandirian pemerintah daerah dalam mengelola potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk menjadikan momentum tersebut sebagai penguatan komitmen membangun daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Pada kesempatan itu, Rahmanto memaparkan sejumlah fokus utama pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas birokrasi dan pelayanan publik. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi, optimalisasi pendapatan daerah, hingga penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja.
Selain itu, reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik juga disebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Bersamaan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah, Pemerintah Kabupaten Murung Raya juga memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Rahmanto mengatakan, Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kembali semangat pendidikan nasional dalam menciptakan generasi unggul dan berkarakter.
Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini tengah mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai salah satu langkah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional sekaligus menciptakan peserta didik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)
(faidh/satuhabar)
