Dinkes Kotim Imbau Warga Waspadai ISPA dan Diare Selama Musim Kemarau

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengatakan cuacq panas yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan maupun daya tahan tubuh.

“Biasanya saat musim kemarau kasus diare meningkat, kemudian ISPA juga cukup tinggi, termasuk penyakit kulit. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker, terutama apabila kualitas udara menurun akibat debu maupun kabut asap. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan tetap rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi guna menjaga kondisi tubuh.

Menurut Umar, Dinas Kesehatan juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus diare selama musim kemarau. Pemetaan tersebut menjadi acuan bagi petugas kesehatan dalam melakukan upaya pencegahan melalui penyuluhan kepada masyarakat.

“Petugas di lapangan sudah memiliki peta wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan diare sehingga dapat memberikan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat serta cara mengantisipasi dampak kekeringan,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan secara rutin oleh puskesmas melalui berbagai kegiatan, termasuk saat pelaksanaan posyandu.

“Teman-teman puskesmas setiap minggu selalu melakukan sosialisasi. Bahkan pada saat kegiatan penimbangan di posyandu juga tetap memberikan edukasi kepada masyarakat,” ucapnya.

Umar berharap masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin selama musim kemarau berlangsung.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama