Modal Rp 3 Miliar Kopdes Merah Putih Dinilai Cukup, Purbaya: Bisa untuk Gerai dan Operasional

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Istimewa)


SATUHABAR.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana Rp 3 miliar yang dikucurkan untuk setiap unit Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah memadai. Menurutnya, anggaran tersebut tidak hanya cukup untuk mendirikan gerai koperasi, tetapi juga menyisakan ruang untuk menopang biaya operasional.

Dana sebesar itu bersumber dari pinjaman pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Purbaya menjelaskan, skema pembiayaan semestinya tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik semata.

"Harusnya itu nggak (hanya pembangunan), ada juga sedikit untuk operasional. Nanti itu kan pinjam bank cukup banyak, ambil uang cukup banyak di bank, saya tergantung mereka. Untuk saya sih kelihatannya modalnya cukup karena ambil dari bank saja cukup besar, ada sebagian yang belum dipakai sekarang jadi harusnya untuk operasional tambahan kalau diperlukan bisa mereka," ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2026) malam.

Bukan Ranahnya, tapi Hitungannya Sudah Pas

Purbaya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengatur secara rinci ke mana saja modal tersebut dialokasikan. Namun dari sisi perhitungan kasar, ia meyakini dana Rp 3 miliar itu sudah mencukupi baik untuk konstruksi gerai maupun kebutuhan operasional harian koperasi.

"Tapi itu kan bukan wewenang saya, mereka yang ngatur saya nggak ngerti. Pokoknya, kalau saya, dihitung-hitung saja cukup," tuturnya.

Cicilan Ditanggung dari Dana Desa

Soal tanggung jawab pemerintah, Purbaya menyebut pihaknya bertugas memastikan pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih ke bank-bank Himbara berjalan lancar selama enam tahun ke depan. Skema pelunasan ini mengandalkan sepertiga hingga dua pertiga alokasi Dana Desa yang rutin dikucurkan pemerintah setiap tahun.

"Kalau KDMP kan kewajiban saya adalah membayar cicilan pinjaman KDMP ke bank-bank Himbara kan, cicil 6 tahun, clear, jadi sudah ke situ. Risiko saya terbatas sekali karena sebagian kan dicicil dari uang Dana Desa, 2/3 dari Dana Desa masuk situ," jelas Purbaya.

Dengan skema tersebut, ia menilai risiko fiskal yang ditanggung pemerintah relatif terbatas karena sebagian besar beban cicilan otomatis terpotong dari Dana Desa.

Rincian Penggunaan Anggaran Menurut Agrinas

Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memaparkan rincian penggunaan anggaran Rp 3 miliar per Kopdes tersebut. Menurutnya, dana itu terbagi ke dalam tiga pos utama: pembangunan fisik, pendirian gerai, serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang.

"Untuk setiap desa itu dialokasikan Rp 3 miliar, setiap desa itu dibagi menjadi untuk pembangunan fisik, gerai dan untuk menyediakan sarana prasarana," kata Joao dalam Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

Ia menambahkan, saat ini sudah terealisasi 26 jenis pengadaan barang untuk mendukung kelancaran operasional koperasi di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Mobil pickup
  • Truk angkut
  • Motor roda tiga
  • Sistem Point of Sales (POS)
  • Perangkat digitalisasi sistem
  • CCTV
  • Pendingin ruangan (AC)

Sarana-sarana tersebut diharapkan mampu mempercepat proses digitalisasi dan efisiensi operasional Kopdes Merah Putih di berbagai daerah, sekaligus memastikan modal yang dikucurkan benar-benar termanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya. (*)


Sumber: finance.detik.com

Lebih baru Lebih lama