Pemadaman Listrik Kembali Terjadi, DPRD Kotim Minta PLN Jelaskan Penyebab

Sekretaris Komisi II DPRD Kotim, Muhammad Kurniawan Anwar


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemadaman listrik kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat karena durasi pemadaman disebut berlangsung cukup lama dan jadwalnya dinilai tidak selalu sesuai dengan informasi yang disampaikan.

Menanggapi keluhan tersebut, Komisi II DPRD Kotim menjadwalkan rapat kerja bersama pihak PLN dan sejumlah satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) pada Selasa (28/7/2026).

Sekretaris Komisi II DPRD Kotim, Muhammad Kurniawan Anwar, mengatakan rapat tersebut digelar sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial maupun secara langsung.

“Kita ingin tahu sebenarnya ada apa kendalanya. Kemarin sudah tidak ada pemadaman lagi, sekarang ada pemadaman lagi. Kami akan menanyakan terkait kondisi, penyebab, data-data yang diperlukan, dan sampai kapan,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, khususnya sektor perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dia menyebut, sejumlah pedagang dan pelaku usaha bergantung pada listrik untuk menjalankan aktivitas produksi maupun operasional. Terlebih, pemadaman yang terjadi pada malam hingga pagi hari dapat mengganggu kegiatan usaha yang membutuhkan persiapan untuk aktivitas perdagangan keesokan harinya.

“Yang produksi di malam hari, listriknya padam untuk jualan pagi, itu pasti berdampak. Untuk hitungan kerugiannya sejauh ini belum ada,” katanya.

Selain dampak terhadap aktivitas ekonomi, Kurniawan juga menyoroti durasi pemadaman yang dinilai cukup panjang serta adanya keluhan masyarakat terkait jadwal pemadaman yang tidak selalu konsisten.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat penjelasan agar masyarakat mengetahui penyebab pemadaman dan langkah yang dilakukan untuk mengatasinya.

“Kalau bisa kita minimalkan, jangan sampai empat jam, lima jam. Terlebih kalau terjadi pada malam hari, saat jam istirahat. Apalagi yang memiliki anak kecil, tentu ini akan terganggu,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi II juga akan meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai kondisi kelistrikan di Kotim, termasuk penyebab terjadinya pemadaman kembali setelah sebelumnya masyarakat mendapat informasi bahwa kondisi listrik telah normal.

Rapat tersebut rencananya menghadirkan pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UPL) Sampit. Selain itu, pembahasan juga dapat berkaitan dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pangkalan Bun yang membawahi sejumlah wilayah, termasuk Kotim.

Kurniawan menegaskan, pihaknya ingin memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kelistrikan yang baik. Terkait kemungkinan adanya kompensasi atas dampak yang ditimbulkan, dia mengatakan hal tersebut akan dilihat berdasarkan hasil penjelasan dan pembahasan bersama pihak PLN.

“Kita ingin mereka juga harus bertanggung jawab terhadap pelayanan. Kita membayar untuk mendapatkan pelayanan terbaik,” tegasnya.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama