![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, saat menggelar reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Desa Saruhung, Kecamatan Tanah Siang, Kamis (2/7/2026). |
SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU - Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, menggelar reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Desa Saruhung, Kecamatan Tanah Siang, Kamis (2/7/2026). Tak hanya warga setempat, kegiatan ini juga diikuti masyarakat dari Desa Soloi dan Desa Kolam yang turut memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan berbagai persoalan pembangunan di daerah mereka.
Beragam usulan mengalir deras dalam sesi dialog tersebut, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, kebutuhan air bersih, sarana pendidikan, hingga penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
"Reses ini menjadi momentum bagi kami di DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami inventarisasi, kawal, dan perjuangkan agar dapat masuk dalam program prioritas pembangunan daerah," kata Bebie saat dihubungi.
Dari hasil penjaringan aspirasi, salah satu usulan yang mengemuka adalah pengecoran jalan penghubung antara Desa Kolam dan Desa Saruhung, serta kelanjutan pengecoran jalan dari simpang perusahaan menuju Desa Kolam. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi hasil ekonomi masyarakat setempat.
Selain jalan, warga juga menyoroti kondisi empat jembatan di ruas Saruhung-Soloi yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan dan dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari jika tak segera diperbaiki. Mereka meminta agar keempat jembatan tersebut direhabilitasi secara menyeluruh.
Di sisi pelayanan dasar, kebutuhan sarana air bersih yang memadai juga menjadi salah satu poin utama yang disampaikan masyarakat Desa Saruhung.
Sementara dari sektor pendidikan, persoalan yang mengemuka cukup memprihatinkan. Warga mengeluhkan kondisi SMP Kolam yang hanya memiliki tiga tenaga pendidik, terdiri dari satu kepala sekolah dan dua guru. Selain itu, pembangunan gedung SD Negeri setempat pun disebut mandek dan baru rampung pada bagian atap saja.
Warga berharap kelanjutan pembangunannya segera direalisasikan, ditambah pemenuhan sarana bermain dan mebel bagi TK Saruhung agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Kebutuhan akan sarana penunjang pelayanan publik turut disuarakan, di mana warga mengusulkan pengadaan mebel seperti meja, kursi, dan lemari kerja untuk Kantor Desa Kolam, Saruhung, dan Soloi.
Adapun dari sisi ekonomi kerakyatan, masyarakat berharap adanya pembinaan berkelanjutan bagi kelompok tani, disertai bantuan bibit tanaman perkebunan, perikanan, dan peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan warga.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Bebie menyatakan komitmennya untuk memberi perhatian khusus pada dua isu utama, yakni infrastruktur penunjang ekonomi dan persoalan pendidikan, terutama kekurangan tenaga pengajar.
"Persoalan pendidikan, seperti minimnya guru di SMP Kolam dan pembangunan gedung SD yang belum tuntas, sangat menentukan masa depan anak-anak kita. Begitu pula pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kami akan mengawal seluruh aspirasi ini dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta dinas terkait agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas," tegas Ketua Komisi II DPRD Murung Raya itu.
Bebie memastikan, seluruh aspirasi dari warga Desa Saruhung, Soloi, dan Kolam akan dirangkum menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, yang selanjutnya akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Murung Raya. (*)
(faidh/satuhabar)
