![]() |
| Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarbaru – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan program Sekolah Rakyat yang dilaksanakan secara nasional dari Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Peresmian ini menandai beroperasinya 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi di Indonesia.
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 11.24 WITA dengan didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo.
Kedatangan Presiden disambut barisan siswa Sekolah Rakyat yang mengenakan seragam khas lengkap dengan baret merah. Suasana penyambutan berlangsung meriah dan tertib.
Usai penyambutan, Prabowo meninjau sejumlah ruang kelas serta berdialog langsung dengan para murid. Kehadiran Presiden juga disaksikan sekitar dua ribu peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari unsur pemerintah, pendidik, hingga masyarakat.
Tak hanya itu, sejumlah pelajar Sekolah Rakyat dari berbagai daerah turut menampilkan pertunjukan seni sebagai bentuk sambutan atas kunjungan kepala negara.
Peluncuran Sekolah Rakyat ini digelar oleh Kementerian Sosial dan dipusatkan di Banjarbaru. Program tersebut menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan yang terjadi secara turun-temurun.
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pada tahun 2025, Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 166 titik. Sebarannya meliputi Sumatra sebanyak 35 lokasi, Pulau Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, serta Papua 6 lokasi.
Saat ini, Sekolah Rakyat Rintisan menampung 14.846 peserta didik dengan dukungan 2.218 tenaga pengajar dan 4.889 tenaga kependidikan.
Selain pengoperasian sekolah rintisan, pemerintah juga mulai membangun Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini di 104 titik lokasi. Pembangunan tersebut tersebar di Sumatra 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.
Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok masyarakat paling rentan. (*)
(faidh/satuhabar)
Tags
Nasional
