Cegah Stunting Sejak Remaja, Pemkab Murung Raya Dorong GenRe Jadi Penggerak

Seminar Cegah Stunting bagi Remaja yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) Indonesia Kabupaten Murung Raya periode 2026–2030 di Aula Cahai Ondui Tingang, Kamis (23/7/2026). (Dok. Diskominfo SP Mura)


SATUHABAR.COM, KALTENG - MURUNG RAYA – Upaya menekan angka stunting di Murung Raya tidak hanya menyasar ibu hamil dan balita. Pemerintah Kabupaten Murung Raya mendorong pencegahan dimulai sejak masa remaja melalui edukasi kesehatan dan persiapan kehidupan berkeluarga.

Pesan itu disampaikan Asisten III Setda Murung Raya, Andri Raya, saat membuka Seminar Cegah Stunting bagi Remaja yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) Indonesia Kabupaten Murung Raya periode 2026–2030 di Aula Cahai Ondui Tingang, Kamis (23/7/2026).

Membacakan sambutan Bupati Murung Raya Heriyus, Andri mengatakan masa remaja merupakan fase penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Pengetahuan mengenai gizi, kesehatan reproduksi hingga perencanaan kehidupan berkeluarga dinilai perlu diberikan sejak dini.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja,” kata Andri.

Menurut dia, persoalan stunting tidak semata berkaitan dengan kondisi anak setelah lahir. Kesiapan calon orang tua, termasuk pemahaman mengenai kesehatan dan gizi, ikut menentukan kualitas tumbuh kembang generasi berikutnya.

Karena itu, Pemkab Murung Raya mengajak para remaja menjaga kesehatan dan membangun pola pergaulan yang sehat. Remaja juga diminta menjauhi narkoba serta menghindari pernikahan pada usia anak.

“Jaga kesehatan dan jauhi narkoba,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andri juga menyampaikan selamat kepada jajaran Pengurus Forum GenRe Indonesia Kabupaten Murung Raya periode 2026–2030 yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan baru tidak sekadar menjalankan organisasi, tetapi aktif menjadi penggerak edukasi di kalangan remaja. Forum GenRe dinilai memiliki posisi strategis karena pesan mengenai kesehatan dan perencanaan masa depan akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh sesama anak muda.

“GenRe harus menjadi pelopor bagi remaja,” kata Andri.

Ia mendorong pengurus GenRe untuk memperluas kampanye mengenai gaya hidup sehat, kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dapat diteruskan melalui lingkungan sekolah, keluarga dan komunitas remaja.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga membutuhkan dukungan banyak pihak. Orang tua, guru, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya diminta ikut mendampingi remaja dalam menentukan pilihan dan membangun kebiasaan yang positif.

“Remaja perlu didampingi agar tumbuh menjadi generasi unggul,” ujarnya.

Seminar tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Murung Raya H. Rumiadi, Kepala DisdaldukKBP3A Murung Raya Firman Prihatin, Kepala Dinas Sosial Murung Raya Endang Yulianti, unsur Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah, narasumber serta para peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Murung Raya berharap semakin banyak remaja memahami bahwa pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang. Remaja yang sehat, memiliki pengetahuan dan mampu merencanakan masa depan diharapkan tumbuh menjadi calon orang tua yang siap melahirkan generasi berkualitas.

Pada akhirnya, keterlibatan remaja sebagai agen perubahan diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (*)


(nash/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama