Karhutla Meluas, Status Penanganan di Kotim Dikaji untuk Naik ke Tanggap Darurat



SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mengevaluasi kemungkinan peningkatan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Kajian tersebut dilakukan seiring meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah Kotim dalam beberapa pekan terakhir. Penanganan karhutla kini tidak hanya terjadi pada satu lokasi, tetapi telah berlangsung di beberapa kecamatan secara bersamaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan situasi di lapangan saat ini telah memenuhi sejumlah indikator yang dapat menjadi pertimbangan untuk peningkatan status.

“Kalau menurut perhitungan saya, kondisinya sebenarnya sudah memenuhi,” kata Multazam, Selasa (21/7/2026).

Ia menyebut, kebakaran yang terjadi sudah semakin sering dan tersebar di lebih dari tiga kecamatan. Bahkan, dalam satu hari, tim gabungan harus membagi kekuatan untuk melakukan penanganan di lima hingga enam lokasi yang terbakar secara bersamaan.

Meski demikian, Multazam menegaskan bahwa keputusan untuk mengubah status penanganan bencana bukan kewenangan BPBD secara sepihak. Penetapan harus melalui pembahasan bersama dengan instansi terkait berdasarkan data serta sejumlah parameter yang telah ditetapkan.

“Penetapan status itu merupakan keputusan bersama. Kami hanya menyampaikan data di lapangan, kemudian seluruh indikator dan masukan dari instansi terkait menjadi bahan pertimbangan sebelum diputuskan,” jelasnya.

Jika status tanggap darurat diberlakukan, pola penanganan karhutla juga akan mengalami perubahan. Komando penanganan akan berada di bawah pimpinan daerah sehingga koordinasi antarinstansi diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

Sambil menunggu hasil evaluasi, BPBD Kotim bersama unsur gabungan masih fokus melakukan pemadaman dan pengendalian agar api tidak meluas ke wilayah lainnya.

“Kami terus berusaha menjaga agar kebakaran tidak berkembang lebih besar meskipun kondisi di lapangan masih naik turun,” ujarnya.

Multazam mengatakan, perkembangan karhutla dalam satu hingga dua pekan ke depan akan menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan kebijakan selanjutnya. Apabila jumlah dan intensitas kebakaran terus meningkat, kemungkinan peningkatan status akan semakin terbuka.

“Dari sisi kesiapan kami tidak ada persoalan. Personel dan peralatan sudah siap, tinggal menunggu hasil penyajian data serta pembahasan bersama sebagai dasar pengambilan keputusan,” pungkasnya. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama