SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan menyusul tingginya jumlah hotspot di Kotim yang saat ini menjadi yang terbanyak di Kalimantan Tengah.
Sebelum turun ke lapangan, Kapolda melakukan patroli udara untuk memantau kondisi karhutla. Dari hasil pemantauan, terdeteksi 61 hotspot, sementara lima titik di antaranya dipastikan mengalami kebakaran dan sedang ditangani petugas.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati, Kapolres, BPBD, dan seluruh satgas untuk menentukan teknik serta metode pemadaman. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana dibandingkan luasnya lokasi kebakaran, kami harus menentukan prioritas penanganan agar pemadaman berjalan lebih efektif,” ujar Iwan Kurniawan.
Selain mengoptimalkan personel dan sumber daya yang tersedia, Polda Kalteng juga terus melakukan penyelidikan terhadap setiap kejadian karhutla, baik yang diduga melibatkan perorangan maupun korporasi.
“Kalau ditemukan ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kapolda mengungkapkan hingga saat ini telah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla di Kotim. Sementara itu, penyelidikan di sejumlah lokasi lainnya masih terus dilakukan.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor mengatakan kondisi cuaca yang semakin kering menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. Selain lahan gambut yang mudah terbakar, ketersediaan air di sejumlah embung maupun parit juga mulai berkurang akibat musim kemarau.
“Hotspot kita saat ini tertinggi di Kalimantan Tengah. Ada 61 titik, tetapi yang benar-benar terjadi kebakaran ada lima lokasi yang sedang dipadamkan,” katanya.
Menurut Halikinnor, Kapolda juga meninjau langsung salah satu lokasi kebakaran untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memberikan arahan agar penanganan dilakukan secepat mungkin sehingga api tidak meluas.
Pemerintah Kabupaten Kotim telah mengajukan permohonan bantuan helikopter water bombing melalui BPBD Provinsi Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut diharapkan segera terealisasi untuk membantu pemadaman, terutama pada titik kebakaran yang berada di kawasan hutan dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat dikenai sanksi pidana. Masyarakat diminta segera melaporkan atau memadamkan api sejak masih berskala kecil agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kapolda menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September. Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Peristiwa